Rabu, 25 Desember 2013

ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN



SAINS SD
Kelas V

 Standar Kompetensi
Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan.

 Ø Kompetensi Dasar
1.      Mengidentifikasi organ peredaran darah manusia.
2.      Mengidentifikasi gangguan pada organ peredaran darah manusia. 

ØIndikator
1.      Memahami alat peredaran darah pada manusia, yaitu jantung dan pembuluh darah.
2.      Mengetahui dan memahami gangguan yang terjadi pada alat peredaran darah.
3.      Memahami cara menjaga kesehatan alat peredaran darah.


Alat Peredaran Darah
Dalam tubuh kita terdapat darah. Darah merupakan cairan berwarna merah dan berasa asin, darah mengaklir diseluruh bagian tubuh, di dalam tubuh, darah mengalir melalui alat peredaran darah. Peredaran darah manusia terdiriatas jantung dan pembuluh darah. Apa fungsi jantung dan pembuluh darah itu? Apa fungsi darah bagi kita?

Pada bab ini kamu akan mempelajari materi berikut:
1.      Alat peredaran darah dan fungsinya
2.      Gangguan pada sistem peredaran darah dan cara pencegahannya

A.    Alat Peredaran Darah dan Fungsinya
Alat peredaran darah manusia meliputi pembuluh darah dan jantung. Pembuluh darah dan jantung mempunyai  fungsi khusus, yaitu sebagai berikut:
1.      Jantung
 
Bagian-bagian jantung manusia

Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan pemiliknya. Jantung tersusun atas kumpulan otot-otot yang sangat kuat dan disebut miokardia.
Jantung terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Antara bagian kanan dan kiri jantung dibatasi oleh sekat jantung. Sekat ini berfungsi mencegah bercampurnya darah yang mengandung banyak oksigen dan karbon dioksida
Otot penyusun bilik jantung lebih tebal daripada otot pada serambi jantung. Hal ini disebabkan tugas bilik jantung lebih berat. Tugas bilik tersebut yaitu memompa darah keluar dari jantung ke seluruh bagian tubuh.
Jantung berfungsi memompa darah. Jantung memompa darah dengan cara menguncup (berkonstraksi) dan mengembang (berelaksasi).
Kontraksi dan relaksasi pada jantung mengakibatkan terjadinya denyut jantung atau denyut nadi. Ketika jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi, pembuluh tersebut bedenyut. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui denyut jantung melalui denyut nadi. Denyut nadi dapat terasa dengan jelas ketika kamu menekan pembuluh nadi pada pergelangan tangan. Denyut tersebut juga terasa apabila bagian leher dibawah telinga ditekan.
Kecepatan denyut jantung tergantung kegiatan yang dilakukan. Ketika sedang beristirahat, jantung berdenyut kira-kira  60 sampai 80 kali setiap menit. Semakin aktif tubuh kita, denyut jantung semakin cepat.

2.      Pembuluh Darah
Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan saluran tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh maupun sebaliknya. Ada dua macam pembuluh darah. Pembuluh tersebut yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).
Pembuluh nadi atau arteriyaitu pembuluh yang membawa darah kaya oksigen keluar dari jantung, kecuali arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis membawa darah kaya karbon dioksida dari jantung menuju paru-paru.
Pembuluh nadi yang paling besar disebul aorta. Pembuluh balik yaitu pembuluh darah yang membawa darah kaya karbon dioksida dari seluruh tubuh menuju jantung, kecuali vena pulmonalis. Vena pulmonalis membawa darah kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung.
Pembuluh nadi dan pembuluh balik bercabangcabang. Ujung cabang pembuluh yang terkecil disebut pembuluh kapiler. Panjang seluruh pembuluh darah manusia jika dihubungkan dari ujung ke ujung mencapai 160.000 km.

Tabel Perbedaan pembuluh Nadi dan Pembuluh Balik
No.
Pembuluh Nadi
Pembuluh Balik
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Denyut terasa.
Umumnya terletak di bagian dalam tubuh.
Dinding tebal, kuat, dan elastis.
Tekanan darahnya tinggi.
Darah mengalir cepat.
Membawa darah yang mengandung banyak oksigen, kecuali arteri pulmonalis.
Denyut tidak terasa.
Terletak di dekat permukaan tubuh.

Dindingnya tipis dan tidak elastis.
Tekanan darahnya rendah.
Darah mengalir lambat.
Membawa banyak darah yang mengandung banyak karbondioksida, kecuali vena pulmonalis.


B.     Gangguan pada Sistem Peredaran Darah dan Cara Pencegahannya
Alat-alat peredaran darah dapat mengalami gangguan. Gangguannya yaitu meliputi antara lain:
1.      Gangguan pada darah dan alat peredaran darah
a.       Pelebaran pembuluh darah, dapat dibedakan menjadi
ü  ambeien (wasir) è terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik disekitar anus
ü  varises è terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik bagian kaki.
b.      Anemia (kekurangan darah) è dapat disebabkan oleh luka yang mengeluarkan banyak darah, kekurangan zat besi, atau adanya penyakit seperti kanker tulang.
c.       Hipertensi (tekanan darah tinggi) è ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah. Besar kecilnya tekanan darah seseorang dapat diukur menggunakan tensimeter
d.      Penyakit jantung koroner è terjadi karena adanya penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh arteri koroner sehingga menyumbatnya.
e.       Stroke è disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak sehingga saraf-saraf yang ada di otak tidak memperoleh cukup oksigen. Keadaan ini menyebabkan kerja saraf terganggu.
2.      Menjaga kesehatan alat peredaran darah
Menjaga kesehatan alat peredaran darah dapat dilakukan dengan berolahraga secara teratur. Berolahraga dapat membantu dapat membantu melancarkan peredaran darah. Berolahraga sebaiknya diawali dengan pemanasan. Pemanasan membuat kecepatan denyut jantung bertambah secara bertahap.
Menjaga kesehatan alat peredaran darah juga dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan makan sehari-hari. Makanan berlemak tinggi tidak baik bagi kesehatan jantung. Kandungan lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit pembuluh darah.

 Ø Evaluasi
A.    Isilah titik-titik dari pertanyaan berikut secara singkat!
1.      Jantung tersusun atas kumpulan otot-otot yang sangat kuat disebut...
2.      Pembuluh nadi yang paling besar disebut...
3.      Darah yang dipompa ke paru-paru mengandung banyak...
4.      Denyut nadi orang setelah berlari lebih banyak daripada setelah berjalan karena...
5.      Kegiatan yang menghasilkan denyut nadi paling rendah adalah...
6.      Pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung menuju seluruh tubuh disebut...
7.      Antara bagian kanan dan kiri jantung dibatasi oleh...
8.      Cara yang benar untuk menjaga kesehatan alat peredaran darah adalah...
9.      Pembuluh darah pada betis kanan Pak Herlambang tampak menonjol. Keadaan ini sangat berbeda dengan pembuluh darah pada kaki kirinya. Kemungkinan Pak Herlambang mengalami...
10.  Penyakit pada sistem peredaran darah yang ditandai dengan tingginya tekanan darah disebut...

B.     Refleksi
Kamu telah mempelajari bab ini. Apakah kamu mengalami kesulitan? Isilah teka-teki silang berikut untuk menguji pemahamanmu!

 Mendatar
1.      Pemompa darah
3.      Ruangan dalam jantung
6.      Pelebaran pembuluh darah balik di sekitar anus
8.      Pembuluh nadi paling besar
Menurun
2.      Arteri
4.      Keadaan jantung menguncup
5.      Tekanan darah tinggi
7.      Pembuluh balik


Sumber : http://intannurulhusnah.blogspot.com/search/label/Materi%20Pembelajaran


KETERAMPILAN BERBAHASA TERPADU



A. Ketrampilan Berbahasa Terpadu dengan Fokus Menyimak dan Berbicara

1. Ketrampilan menyimak (listening skills)
Menyimak merupakan salah satu jenis ketrampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat reseptif. Dengan demikian, menyimak tidak sekedar kegiatan mendengarkan tapi juga memahaminya. Kegiatan menyimak merupakan kegiatan berbahasa yang kompleks karena melibatkan berbagai proses menyimak pada saat yang sama. Menyimak bukan merupakan suatu proses pasif, melainkan suatu proses aktif dalam mengonstruksikan suatu pesan dari suatu arus bunyi yang diketahui orang sebagai potensi-potensi fonologis, semantik, dan sintaksis suatu bahasa.
Kegiatan menyimak juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang meliputi fisik, psikologis, pengalaman, sikap, motivasi, jenis kelamin, lingkungan, dan peranan dalam masyarakat.
Ada beberapa macam tujuan dalam kegiatan yang dilakukan orang pada umumnya, yaitu: mendapatkan fakta, menganalisis fakta, mengevaluasi fakta atau informasi yang ada, mendapatkan inspirasi, mendapatkan hiburan, dan memperbaiki kemampuan berbicara.
Secara garis besar, menyimak dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Menyimak ekstensif
Menyimak ekstensif adalah jenis kegiatan menyimak yang mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terdapat suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari seorang guru. Menyimak ekstensif terdiri dari:
1) Menyimak sosial
2) Menyiamk sekunder
3) Menyimak estetik
4) Menyimak pasif

b. Menyimak intensif
Menyimak intensif adalah jenis menyimak yang pelaksanaannya diarahkan pada satu kegiatan yang lebih diawasi, dikontrol terhadap satu hal tertentu. Menyimak intensif terdiri atas beberapa jenis berikut:
1) Menyimak kritis
2) Menyimak kreatif
3) Menyimak eksploratif
4) Menyimak introgatif
5) Menyimak selektif
6) Menyimak kostratif

Tujuan pembelajaran menyimak pada semua janjang pendidikan pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1) Persepsi, yakni ciri kognitif dari proses mendengarkan yang didasarkan pemahaman pengetahuan tentang kaidah-kaidah kebahasaan.
2) Resepsi, yakni pemahaman pesan atau penafsiran yang dikehendaki oleh pembaca.

2. Ketrampilan berbicara (speaking skills)

Berbicara merupakan salah satu jenis ketrampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat produktif. Dalam konteks komunikasi, pembicara berlaku sebagai pengirim (sender), sedangkan penerima (receiver) adalah penerima warta (message). Warta terbentuk oleh informasi yanng disampaikan sekunder, dan message merupakan objek dari komunikasi.
Ketrampilan berbicara pada hakekatnya merupakan ketrampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan kegiatan pada orang lain.

Ragam berbicara
1) Pidato
2) Diskusi
3) Menyampaikan pengumuman
4) Menyampaukan argumentasi
5) Bercerita
6) Musyawarah
7) Wawancara

Hubungan antara menyimak dan berbicara yaitu: Menyimak dan berbicara merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung, merupakan komunikasi tatap muka atau face to face communication.

B. Ketrampilan Berbahasa Terpadu dengan Fokus Membaca dan Menulis

1. Ketrampilan membaca (reading skills)
Membaca merupakan salah satu jenis ketrampilan berbahasa ragam tulis yang bersifat reseptif. Ketrampilan membaca dapat dikembangkan secara tersendiri, terpisah dari ketrampilan menyimak dan berbicara.
Membaca pada hakikatnya adalah proses decoding oleh penerima pesan, yaitu proses memaknai bentuk-bentuk bahasa tertulis sehingga pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan dapat diterima secara utuh. Jika menulis bersifat produktif, karena aktivitas menulis menghasilkan bahasa ragam tulisan. sedangkan membaca bersifat reseptif, karena membaca berupaya menerima informasi yang disampaikan penulis.

Berdasarkan tujuan membaca yang ingin dicapai, Jazir Burhan mengemukakan ada beberapa jenis membaca, antara lain
1) Membaca intensif
2) Membaca kritis
3) Membaca cepat
4) Membaca Untuk keperluan praktis
5) Membaca untuk keperluan studi

2. Ketrampilan menulis (writing skills)
Menulis merupakan salah satu jenis ketrampilan berbahasa ragam tulis yang bersifat produktif. Menulis dapat dikatakan ketrampilan berbahasa yang paling rumit diantara jenis-jenis ketrampilan berbahasa lainnya. Ini karena menulis bukanlah sekedar menyalin kata-kata dan kalimat-kalimat; melainkan juga mengembangkan dan menuanngkan pikiaran-pikiran dalam suatu srtuktur tulisan yang teratur.
Menulis merupakan salah satu ketrampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan salah satu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan satu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka mamahami bahasa dan gambar grafik itu.
Fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan para pelajar berfikir. Tulisan dapat membantu kita menjelaskan pikiran-pikiran kita.

Ragam Tulisan
1) Narasi
Narasi adalah jenis karangan yang menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman berdasarkan urutan waktu (kronologis).
2) Deskripsi
Deskripsi adalah jenis karangan yang melukiskan atau menggambarkan suatu objek apa adanya, sehingga pembaca ikut juga merasakan, mengalami, melihat, dan mendengar apa yang ditulis si pengarang itu.
3) Eksposisi
Eksposisi adalah jenis karangan yang bertujuan menambah pengetahuan pembaca dengan cara memaparkan informasi secara aktual.
4) Argumentasi
Argumentasi adalah jenis karangan yang bertujuan mempengaruhi pembaca dengan bukti-bukti, alasan, atau pendapat yang kuat, sehingga gagasan yang dikemukakan penulis dapat diyakini/dipercaya oleh pembaca.

Hal-hal yang Perlu di Perhatikan dalam Kegiatan Tulis-menulis
1. Paragraf
2. Kerangka Karangan
3. Langkah-langkah Menyusun Kerangka
4. Pengembangan Kerangka Karangan

Hubungan antara membaca dan menulis yaitu: membaca dan menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Menulis merupakan kegiatan berbahasa berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat reseptif. Seorang penulis guna menyampaikan gagasan, perasaan, atau informasi dalam bentuk tulisan. Sebaliknya, seseorang membaca guna memahami gagasan, perasaan, atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan tersebut.


Sumber:http://intannurulhusnah.blogspot.com/2009/12/ringkasan-materi-ketrampilan-berbahasa.html

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU DALAM PEMBELAJARAN TERPADU

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU DALAM PEMBELAJARAN TERPADU

INTERAKSI  EDUKATIF

1.     Pengertian
Interaksi yang bernilai edukatif yaitu interaksi yang dengan sadar akan meletakkan tujuan untuk mengubah tingkah laku dan perbuatan seseorang. Dalam dunia pendidikan interaksi inidisebut interaksi edukatif. Interaksi edukatif adalah sustu gambaran hubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan .Belajar-mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilai normative karena didalamnya terdapat sejumlah nilai maaka wajarlah jika interaksi itu dinilai bernilai edukatif.


2.     Ciri-ciri interaksi edukatif
Sebagai interaksi yang bernilai normative maka interaksi edukatif mempunyaicirri-ciri sebagai berikut :
a.      Interaksi edukatif mempunyai tujuan
         Tujuan interaksi edukatif adalah untuk membantu anak didik untuk mencapai                  tujuan  perkembangan tertentu.
b.     Interaksi edukatif menpunyai prosedur yang direncanakan untuk mencapai tujuan.
c.      Interaksi edukatif ditandai dengan penggarapan materi khusus
d.     Ditandai dengan aktifitas anak didik
e.      Guru berperan sebagai pembimbing
f.      Interaksi edukatif membutuhkan disiplin
g.     Mempunyai batas waktu
h.     Diahiri dengan evaluasi

3.     Prinsip-prinsip interaksi edukatif

Prinsip-prinsip interaksi edukatif diharapkan mampu menjembatani dan memecahkaan berbagai masalah yang dihadapi guru dalam kegiatan interaksi edukatif. Sebagai guru harus memahami dan menguasai prinsip-prinsip interaksi edukatif sebagai berikut :

a.      Prinsip motivasi
Seorang guru harus dapat memberikan motivasi yang bervariasi kepada anak didik, karena tidak semua anak didik termotivasi untuk mengikuti atau menerima pelajaran.

b.     Prinsip berangkat dari persepsi yang dimiliki
Setiap anak memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Penjelasan yang disampaikan guru sebaiknya mengkaitkan pengetahuan dan pengalaman anak didik sehingga memidahkan anak menanggapi dan memahami pengalaman baru bahkan membuat anak mudah memusatkan perhatiannya.

c.      Prinsip mengarah pada titikpusat perhatian tertentu.
Titik pusat ( focus ) akan membatasi keluasan dan kedalaman tujuan belajar serta akan memberikan arah kepada tujuan.

d.     Prinsip keterpaduan
Yaitu keterkaitan antara satu tema dengan tema lain, satu bidang pengembangan dengan pengembangan lainnya dalam kegiatan pembelajaran.

e.      Prinsip pemecahan masalah yang dihadapi
Guru erlu menciptakan suatu masalah untuk melatih anak dalam memecahkan berbagai masalah sesuai dengan tema yang dipelajari.

f.      Prinsip mencari, menemukan, dan mengembangkan sendiri.
Sebagai guru memberikan kesempatan kepada anak untuk mencari dan menemukan sendiri berbagai informasi. Tugas guru adalah memfasilitasinya.

g.     Prinsip belajar sambil bekerja
Belajar sambil melakukan aktifitas akan memberikan hasil dan menimbulkan kesan yang lebih permanen dalam diri anak.

h.     Prinsip hubungan sosial
Sosialisasi perlu diciptakan dalam kegiatan belajar mengajar, anak juga perlu dilatih dalam membina hubungan sosial dengan teman, dengan guru, dan orang lain yang terdapat disekolah.

i.       Prinsip perbedaan individu
Setiap anak adalah unik dan berbeda dari anak yang lainnya, guru perlu menyadarinya sehingga mudah melakukan interaksi edukatif.

B.   KEDUDUKAN GURU DAN ANAK DIDIK

1.   Kedudukan guru
Guru adalah seorang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan ditempat-tempat tertentu ( tidak hanya dilembaga pendidikan formal ). Menurut prof. Dr. zakiah derajaat dan kawan-kawan ( syaaiful Bahri, 1997: 32 ) seorang guru harus memenuhi beberapa syarat yaiyu ;

a.      Takwa kepada Allah SWT
Guru tidak mungkin mengajarkan peserta didiknya bertakwa kepada Tuhan jika dia sendiri tidak bertakwa kwpada Tuhan. Guru adalah teladan bagi anak didknya.

b.     Berilmu
Guru harus mempunyai ijazah agar diperboekan mengajar ( kecuali dalam keadaan darurat).

c.      Sehat jasmani
Kesehatan badan sangat berpengaruh terhadap semangat kerja.

d.     Berkelakuan baik
Guru harus menjadi teladan karena anak bersifat suka meniru. Oleh sebab itu guru harus mempunyai akhlak dan budi pekerti yang baik.

e.      Bertanggung jawab
Guru harus bertanggung jawab atas segala sikap, tingkah laku, dan perbuatannya dalam rangka membina dan jiwa dan watak anak didik.

f.      Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.

2.       Kedudukan Peserta Didik/ Anak Didik
Anak didik adalah pokok persoalan dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Anak didik merupakan kunci yang menentukan untuk terjadinya interaksi pendidikan.

C.    KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

1.     Keterampilan bertanya 
Dengan menerapkan keterampilan bertanya yang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran guru dapat meningkatkan kemampuan anak didik unttik berpikir, memperoleh dan memperluas pengetahuan serta meningkatkan motivasi didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.

Tujuan dari keterampilan bertanya dalam kegiatan pembelajaran adalah :
a.    Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu.
b.    Memusatkan perhatian anak.
c.    Mendiaknosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat anak belajar.
d.    Mengembangkan cara belajar anak secara aktif.
e.    Member kesempatan pada anak untuk mengasimilasi informasi.
f.     Mendorong anak mengemukakan pendapat dan pandangannya dalam diskusi.
g.    Mengukur dan menguji hasil belajar anak.

Keterampilan bertanya dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1.     Keteramplan bertanya dasar
Keterampilan yang mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan.
2.     Keterampilan bertanya lanjutan.
Keterampilan bertanya lanjutan merupakan lanjutan dari keterampilan bertanya dasar yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemaampuan berpikir anak didik, memperbesar partisipasi dan mendorong anak dapat berinisiatif sendiri.

2.     Keterampilan Memberi Penguatan
Tingkah laku dan perbuatan ank yang baik diberikan senyuman atau kata pujian merupakan penguatan terhadap tingkah laaku daan perbuatan anak. Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulang kembali tingkah laku tersebut.

3.     Keterampilan Memberikan Variasi
Kebosanan akan terjadi apabila seseorang selalu melihat, mendengar, merasakan dan melakukan hal yang sama secara terus-menerus. Untuk itu pembelajaran perlu diberikan secara bervariasi. Variasi dalam pembelajaran adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi anak didik serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.

4.     Keterampilan menjelaskan
Menjelaskan merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan oleh guru dalam menyampaikan informasi. Menjelaskan berarti mengorganisasikan materi pembelajaran dalam tata urutan yang terencan secara sistimatis sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh anak didik. Keterampilan menjelaskan mutlak perlu dimiliki oleh para guru.

5.     Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan tujuan berbagai pengalaman atau informasi, mengambil keputusan atau memecahkan suatu masalah.
Komponen yang perlu dimiliki guru yaitu ;
a.      Memusatkan perhatian anak didik.
b.     Memperjelas masalah atau urun pendapat.
c.      Menganalisis pandangan anak didik.
d.     Meningkatkan partisipasi anak didik.
e.      Member kesempatan untuk berpatisipasi.
f.      Menutup diskusi ( merangkum hasil diskusi, tindak laanjud, mengajaak peserta untuk menilai diskusi ).

6.     Keteranpilan Mengola Kelas
Keterampilan mengola kelas adalah keterampilan dalam menciptakan dan  serasi. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan belajar yang optimal.
a.      Keterampilan pengendalian kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap respon anak didik yang berkelanjutan, seperti adil,menandai, dan menghentikan perilaku yang menyimpang, member penguatan.

7.     Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
Mengajar kelompok kecil dan perorangan terjadi dalam konteks pengajaran klasikal. Pengajaran kelompok kecil dan perorangan memerlukan keterampilan penanganan anak dan penanganan tugas.
Keterampilan yang perlu dikuasai guru adalah ;
a.      Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
b.     Keterampilan mengorganisasi.
c.      Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar.
d.     Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran.


8.     Keterampilan Supervisi Klinis
Supervise klinis adalah suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk membantu mengembangkan profesional guru / calon guru khususnya daalam penanpilan mengajar berdasarkan analisis data secara teliti dan objektif sebagai pegangan untuk perubahan tingkah laku mengajar tersebut.
Jadi, focus supervise klinis adalah penampilan guru secara aktual paadaa saat mengaajar ( termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipan aktif dalam proses supervise tersebut ).



Sumber : http://nofracandralovia.blogspot.com/2012/11/keteranpilan-dasar-mengajar-guru-dalam.html

Keterampilan Berbahasa

A.       Pengertian Keterampilan Berbahasa 
Menurut Hoetomo MA (2005:531-532) terampil adalah cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu dan cekatan. Keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas. atau kecakapan yang disyaratkan. Dalam pengertian luas, jelas bahwa setiap cara yang digunakan untuk mengembangkan manusia, bermutu dan memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan sebagaimana diisyaratkan (Suparno, 2001:27).

B.        Aspek Keterampilan Berbahasa 
Keterampilan berbahasa mencakup empat keterampilan yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
1.        Keterampilan Menyimak
Menyimak adalah keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat reseftif. Dengan demikian di sini berarti bukan sekedar mendengarkan bunyi-bunyi bahasa melainkan sekaligus memahaminya. Dalam bahasa pertama (bahasa ibu), kitamemperoleh keterampilan mendengarkan melalui proses yang tidak kita sadari sehingga kitapun tidak menyadari begitu kompleksnya proses pemmerolehan keterampilan mendengar tersebut. Berikut ini secara singkat disajikan disekripsi mengenai aspek-aspek yang terkait dalam upaya belajar memahami apa yang kita sajikan dalam bahasa kedua.
Ada dua jenis situasi dalam mendengarkan yaitu situasi mendengarkan secara interaktif dan situasi mendengarkan secara non interaktif. Mendengarkan secara interaktif terjadi dalam percakapan tatap muka dan percakapan di telepon atau yang sejenis dengan itu. Dalam mendengarkan jenis ini kita secara bergantuan melakukan aktivitas mendengarkan dan memperoleh penjelsan, meminta lawan bicara mengulang apa yang diucapkan olehnya atau mungkin memintanya berbicara agak lebih lambat. Kemudian contoh situasi-situasi mendengarkan noninteraktif, yaitu mendengarkan radio, TV, dan film, khotbah atau mendengarkan dalam acara-acara seremonial. Dalam situasi mendengarkan nonietraktif tersebut, kita tidak dapat meminta penjelasan dari pembicara, tidak bisa meminta pembicaraan diperlambat. 
Berikut ini adalah keterampilan-keterampilan mikro yang terlibat ketika kita berupaya untuk memahami apa yang kita dengar, yaitu pendengar harus;
·         Menyimpan/mengingat unsur bahasa yang didengar menggunakan daya ingat jangka pendek (short term memory).
·         Berupaya membedakan bunti-bunyi yang yang membedakan arti dalam bahasa target.
·         Menyadari adanya bentuk-bentuk tekanan dan nada, warna suara dan intinasi, menyadari adanya reduksi bentuk-bentuk kata.
·         Membedakan dan memahami arti dari kata-kata yang didengar.
·         Mengenal bentuk-bentuk kata yang khusus (typical word-order patterns) 
·         Mendeteksi kata-kata kunci yang mengidentifikasi topik dan gagasan.
·         Menebak makna dari konteks
·         Mengenal kelas-kelas kata
·         Menyadari bentuk-bentuk dasar sintaksis
·         Mengenal perangkat-perangkat kohesif

2.        Keterampilan Berbicara
Kemudian sehubungan dengan keterampilan berbicara secara garis besar ada tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semiaktif, dan noninteraktif. Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantuan anatara berbicara dan mendengarkan, dan juga memungkinkan kita meminta klarifikasi, pengulangan atau kiat dapat memintal lawan berbicara, memperlambat tempo bicara dari lawan bicara. Kemudian ada pula situasi berbicara yang semiaktif, misalnya dalam berpidato di hadapan umum secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang tidak dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa situasi berbicara dapat dikatakan bersifat noninteraktif, misalnya berpidato melaluiradio atau televisi. 
Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki dalam berbicara, dimana permbicara harus dapat;
·         Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat membedakannya.
·         Menggunakan tekanan dan nada serta intonasu secara jelas dan tepat sehingga pendengar daoat memahami apa yang diucapkan pembicara.
·         Menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta pilihan kata yang tepat.
·         Menggunakan register aau ragam bahasa yang sesuai terhadap situasi komunikasi termasuk sesuai ditinjau dari hubungan antar pembicara dan pendengar.
·         Berupaya agar kalimat-kalimat untama jelas bagi pendengar.
·         Berupaya mengemukakan ide-ide atau informasi tambahan guna menjelaskan ide-ide utama

3.        Keterampilan Membaca
Membaca adalah keterampilan reseptif bahasa tulis. Keterampilan membaca dapat dikembangkan secara tersendiri, terpisah dari keterampilan mendengar dan berbicara. Tetapi, pada masyarakat yang memilki tradisi lireasi yang telah berkembang, seringkali keterampilan membaca dikembangkan secara terintergrasi dengan keterampilan menyimak dan berbicara.
Keterampilan-keterampilan mikro yang terkait dengan proses membaca yang harus dimiliki oleh pembicara adalah
·         Mengenal sistem tulisan yang digunakan.
·         Mengenal kosakata.
·         Menentukan kata-kata kunci yang mngindentifikasikan topik dan  gagasan utama.
·         Menentukan makna kata-kata, termasuk kosakata split, dari   konteks tertulis.
·         Mengenal kelas kata gramatikal, kata benda, kata sifat, dan sebagainya.
·         Mengenal bentuk-bentuk dasar sintaksis

4.        Keterampilan Menulis
Menulis adalah keterampilan produktif dengan menggunakan tulisan. Menulis dapat dikatakan suatu keterampilan berbahasa yang paling rumit di antara jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya. Ini karena menulis bukanlah sekedar menyalin kata-kata dan kalimat-kalimat, melainkan juga mengembangkan dan menuangkan pikiran-pikiran dalam suatu struktur tulisan yang teratur. 
Berikut ini keterampilan-keterampilan mikro yang diperlukan dalam menulis antara lain:
·         Menggunakan ortografi dengan benar, termasuk di sini penggunaan ejaan.
·         Memilih kata yang tepat.
·         Menggunakan bentuk kata dengan benar.
·         Mengurutkan kata-kata dengan benar.
·         Menggunakan struktur kalimat yang tepat dan jelas bagi pembaca.

Sumber:  Sunarti, dkk. 2009. Keterampilan Berbahasa Indonesia. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta


7 Strategi Membuat Belajar Menjadi Menyenangkan

7 Strategi Membuat Belajar Menjadi Menyenangkan

Bosen nih. Kayaknya Dunia Pendidikan Indonesiakok masih aja diributin sama-sama hal yang menurut saya sih sepele. Dari sebelum sampe sesudah, Ujian Nasional masih aja berpolemik. Padahal masih banyak hal lain yang bisa kita kedepankan selain masalah itu, salah satunya: belajar.

Ya! Belajar itu memiliki makna yang luas. Bahkan keseluruhan hidup kita ini adalah belajar. Kita melakukan sesuatu >> mengevaluasinya >> menjadi lebih baik. Tetapi saya akan sedikit mempersimpitnya menjadi belajar dengan 'sadar'. Maksud saya bukan belajar berdasarkan pengalaman,
tetapi belajar yang secara sadar kita usahakan untuk menambah wawasan dan keterampilan.

Tetapi terkadang belajar 'sadar' itu dilakukan dengan keterpaksaan dan tanpa melibatkan hati. Belajar jadi terkesan membosankan. Emang belajar tidak menyenangkan yah? Bisa kok. Nih saya beri tahu 7 strateginya:

1. Cari Sisi Menariknya
Setiap pelajaran pasti memiliki sisi menariknya bagi anda. Entah dimana, letaknya bagi setiap orang pasti berbeda-beda. Mulailah belajar dari bagian yang anda anggap menarik. Karena langkah awal sangatlah menentukan. Seperti saya yang langsung 'bete' dengan kimia ketika ulangan harian pertama saya mendapat nilai sangat jelek. Buatlah kesan pertama belajar anda menyenangkan, maka setelahnya akan lebih mudah.


2. Hubungkan dengan Hobi
Setiap orang pasti punya hobi. Aktivitas yang membuat anda senang bahkan anda anggap sebagai hiburan. Nah... Kuncinya adalah bagaimana anda membuat hobi anda sebagai sarana belajar. Anda bisa menonton film dengan subtitle bahasa Inggris, membaca majalah berbahasa inggris, diskusi online di forum atau facebook, jalan-jalan sambil memperhatikan tingkah manusia dan menghubungkannya dengan teori-teori psikologi dan sosiologi, dll. Jadikan menjadi hiburan yang mendidik atau pendidikan yang menghibur.

3. Jadikan Sebagai Syarat Menggapai Cita-Cita
Cita-cita itu seperti pom bensin. Dia akan mengisi tangki motivasi ketika anda mulai lelah dan tak bersemangat. Kekuatan cita-cita juga akan membuat anda berusaha memenuhi segala syarat untuk menggapainya. Anda pasti akan lebih bersemangat belajar matematika dan ekonomi ketika anda telah memantapkan hati untuk menjadi ekonom. Ketika anda melakukannya, hati anda akan berkata, "Aku harus menguasai ... jika ingin menjadi ..."

4. Cari Sumber Lain
Belajar dengan sumber yang sudah ditentukan biasanya membosankan. Karena selera itu tidak bisa diseragamkan. Untuk itu, sebagai pembelajar anda harus mandiri, mencari sumber lain sendiri. Kalau saya sih paling enak googling, apalagi yang sumbernya dari blog. Biasanya mereka tuh punya opini yang kritis dan melawan arus kemapanan. Dengan mencari sendiri sumber belajar, itu menjamin bahwa anda benar-benar mau belajar.

5. Indentifikasi Role Model
Role model atau panutan memiliki fungsi yang hampir sama dengan cita-cita. Tapi ia orientasinya lebih ke orang. Sehingga karakteristik yang ingin dicapai bisa lebih jelas. Tidak harus menirunya 100%, karena beliau pun pasti punya kekurangan. Identifikasi kelebihan-kelebihannya dan bagaimana ia mencapainya. Role model akan membuat cita-cita anda menjadi lebih jelas dan konkret.


6. Cari Tempat Lain
Lingkungan pasti akan mempengaruhi individu. Yakinkan diri anda bahwa lingkungan anda sudah membangun atau setidaknya tidak menghambat aktvitas belajar anda. Pindahlah jika hal yang berlawanan yang terjadi. Carilah suasana baru seperti taman hijau yang sudah jarang anda kunjungi atau tempat nongkrong yang baru buka di ujung jalan sana. Membaca buku atau berselancar internetlah di sana. Tempat dan suasana baru bagai sebuah batere baru bagi mobil-mobilan yang membuatnya berlari lebih kencang.

7. Just Do It
Hal paling parah adalah ketika anda menunda-nunda belajar dengan alasan bosan. Berhenti sejenak tak apa, tapi jangan sampai membuat anda malas memulai lagi. Padahal hal yang menyenangkan terkadang tidak ada di depan, tetapi berada di tengah. Saya saja baru beberapa tahun ini merasakan betapa menyenangkannya belajar sejarah. Padahal dulu sangat tidak menyukainya. Lakukan saja, maka anda akan temukan betapa menyenangkannya hal yang anda pelajari.

Orang yang ingin belajar adalah orang ingin maju. Jangan sia-siakan waktu anda untuk berleha-leha hanya karena 'cap' membosankan yang tertempel di benak anda tentang belajar. Termasuk penyimpitan makna bahwa belajar itu haruslah di sekolah. Bahkan, waktu libur untuk siswa adalah waktu yang tepat untuk belajar. Belajar hal-hal yang di sekolah tidak dipelajari. Anda bisa pilih atau membuat aktivitas belajar anda sendiri: Belajar Menulis, Memasak, Membuat Mainan Anak-Anak, Menggambar, Membaca Quran, atau Sekadar Menambah Wawasan.

Sumber : http://nofracandralovia.blogspot.com/2012/12/7-strategi-membuat-belajar-menjadi.html